Senin, 17 Juni 2013

Investor Malaysia rancang hotel syariah di Lombok

Hidayatullah.com--Investor dari Malaysia PT Al Hamra Internasional sedang merancang hotel syariah berbintang lima berkapasitas 196 kamar di Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Rancangan itu sudah harus selesai setahun ke depan sesuai nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 10 Juni lalu," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah NTB, Tri Budiprayitno, di Mataram, Ahad dikutip Antara.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB mempercayakan PT Al Hamra untuk membangun hotel syariah tersebut dengan dukungan dana dari investor senilai Rp75,4 miliar.

Adapun Pemprov NTB menginvestasi dana senilai Rp5,4 miliar lebih, dan akan mendapat royalti dari investor senilai Rp74,7 miliar lebih dalam kurun waktu 30 tahun.

"Kerja sama itu diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah NTB sekaligus berdampak langsung pada kemajuan pembangunan daerah," ujarnya.

Hotel syariah itu akan dibangun di areal seluas 10 hektare dalam kawasan Islamic Center yang letaknya bersebelahan dengan gedung DPRD NTB, sehingga konsep bangunan yang ditawarkan investor harus disetujui pemerintah daerah.

Nantinya, menurut dia, Hotel Syariah itu akan menjadi sarana pendukung Islamic Center yang kini juga sedang dalam proses pembangunan.

Pembangunan Islamic Center dijawalkan terlaksana dalam lima tahapan, yang telah diawali dengan tahap awal berupa kegiatan perataan tanah (ground breaking), pembangunan area pendidikan, relokasi saluran irigasi dan relokasi Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP) Mataram.

Tahap kedua, menurut dia, menyangkut lanjutan pembangunan area pendidikan, relokasi SMP Negeri 6 Mataram dan pembangunan masjid raya yang berkapasitas 15.000 orang itu, yang akan berlanjut hingga tahap ketiga dan keempat.

Pada tahap keempat, dikemukakannya, juga masih mencakup pembangunan jalan akses Islamic Center dan renovasi Masjid Attaqwa menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai Islam.

Sementara itu, ia menyatakan, tahap kelima atau akhir mencakup pembangunan fasilitas bisnis/area komersil sekaligus penataan lingkungan area masjid.

Secara keseluruhan, ia mengemukakan, pembangunan Islamic Center di Pulau Lombok itu diperkirakan menelan dana sekira Rp356 miliar, sesuai hasil karya kelompok diskusi Puddezoe yang memenangkan lomba rancang bangun Islamic Center di Pulau Lombok.

Puddezoe mendesain sembilan elemen gedung pendukung Islamic Center atau hampir mendekati 12 fungsi keislaman antara lain tempat ibadah, perpustakaan, museum, pusat pendidikan, fasilitas olahraga termasuk kolam renang muslimah dan muslimin.

Selain itu, Islamic Center itu mencakup pusat pendidikan TK, SD, SMP dan SMA serta lembaga tinggi komunitas (community college) dan gedung pengkajian keislaman, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...